Langkah-langkah tips membuka usaha WARUNG PULSA

Langkah-langkah tips membuka usaha WARUNG PULSA

Advertisement

Advertisement

Langkah-langkah tips membuka usaha WARUNG PULSA

Ponsel termasuk salah satu alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Alat komunikasi ini sangat digandrungi oleh berba¬gai kalangan, mulai dari anak-anak, orang dewasa, sampai orang tua. Mereka lebih cenderung menjadi¬kan ponsel sebagai alat komunikasi. Hal ini seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai oleh kemajuan teknologi.

Melihat banyaknya pemakai ponsel dalam ma¬syarakat, maka peluang bisnis yang tepat untuk diambil adalah menjual pulsa. Tentunya, setiap pemilik ponsel membutuhkan pulsa agar dapat berkomu¬nikasi. Tanpa pulsa, komunikasi tidak mungkin bisa dilakukan.
Kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi tidak lagi terbatas, apalagi saat ini penggunaan tele¬pon genggam atau handphone sudah menjamur. Bisnis pulsa memang mempunyai prospek yang bagus ke depannya. Sekarang, pulsa bukan lagi kebutuhan mewah, tetapi sudah menjadi kebutuhan pokok yang hampir semua orang memerlukannya.
Pertumbuhan teknologi komunikasi berkembang semakin pesat. Untuk memiliki handpbone, Anda tidak lagi harus mengeluarkan uang yang banyak. Hal inilah yang memicu berkembangnya pengguna alat komunikasi, yang selanjutnya berimbas pada permintaan pulsa elektrik yang semakin besar.

Bisnis pulsa termasuk salah satu bisnis kecil yang booming saat ini. Bagaimana tidak? Lebih dari 75% pengguna ponsel di Indonesia menggunakan kartu prabayar. Dengan ungkapan lain, mereka perlu melakukan pengisian pulsa secara rutin. Dan, rata-rata pengisian pulsa yang dilakukan oleh mereka adalah 2 – 3 kali dalam 1 bulan. Adapun yang lebih mengejutkan ialah lebih dari 75 % dari mereka senang menggu¬nakan pengisian pulsa elektrik untuk melaku¬kan pengisian pulsa pada ponsel mereka.
Langkah-langkah tips membuka usaha WARUNG PULSA
Untuk merintis bisnis pulsa, Anda tidak me¬merlukan dana yang besar. Hanya dengan uang 2 juta rupiah, Anda sudah bisa merintis bisnis pulsa. Uang tersebut akan Anda alokasikan untuk depo¬sit pulsa sebesar Rp 500.000, handphone seharga Rp 300.000, membeli etalase, payung tenda, dan lampu neon seharga Rp 1.000.000, sedangkan si¬sanya untuk membeli papan reklame dan keperluan lain sebesar Rp 200.000.
Untuk menjalankan bisnis pulsa, caranya juga mudah. Terlebih sekarang sudah berkembang sistem pengisian pulsa secara elektronik. Cukup bermodal sebuah ponsel, Anda sudah bisa menjual pulsa. Caranya gampang, Anda cukup melakukan konfirmasi jual beli pulsa melalui ponsel Anda. Mendapatkan pulsa pun gampang, Anda cukup mendatangi agen¬-agen penjual pulsa yang kini banyak tersebar di kota Anda.
Dalam memulai bisnis pulsa, Anda tentunya harus memperhatikan beberapa hal penting. Di antaranya adalah memilih tempat kulakan yang tepat dengan tarif penawaran yang lebih murah. Meskipun tarif harga berselisih sedikit, namun Anda tetap harus selektif. Sebab, perbedaan harga bisa berpengaruh terhadap keuntungan yang bakal Anda dapatkan.
Pemilihan lokasi jual juga harus diperhatikan. Untuk menjual pulsa, Anda mesti memilih lo¬kasi yang strategis, ra¬mai, dan nyaman. Sering kali, para konsumen enggan datang ke coun¬ter Anda lantaran di sana tidak membuat mereka nyaman. Boleh jadi, hal itu dikarenakan kondisi di sana kotor ataupun tidak terlihat unik.
Sungguh, bisnis pulsa sangat mudah dilakukan. Untuk menjalankan bisnis ini, Anda tak perlu me¬ngeluarkan biaya besar. Anda hanya membutuh¬kan satu buah handphone dan melakukan deposit di counter-counter yang melayani bisnis pulsa elektrik. Dengan begitu, Anda sudah bisa masuk di dunia bis¬nis pulsa.

Maka, tidaklah mengherankan jika para maha¬siswa, karyawan, bahkan ibu rumah tangga mengam¬bil kesempatan untuk berbisnis pulsa. Mereka tetap bisa beraktivitas sambil menjalankan bisnis pulsa elektrik. Konsumennya pun seputar lingkungan sendiri, seperti teman kampus, teman kantor, ataupun teman arisan.

Dalam satu hari, Anda bisa melayani 10 – 15 kali transaksi. Dengan keuntungan Rp 1.000 per transaksi, hal itu sudah cukup menguntungkan bagi Anda yang menggeluti bisnis pulsa. Para konsumen¬nya pun sebenarnya sangat diuntungkan. Sebab, dengan adanya teman kuliah atau kost yang menjual pulsa elektrik, mereka tak perlu jauh-jauh pergi ke agen atau counter pulsa.
Atas dasar kepercayaan dan hubungan perte¬manan, Anda dapat mengisi pulsa dengan cara SMS atau telepon seseorang yang menjual pulsa. Dan, Anda pun tak perlu menunggu lama. Sebab, pulsa Anda akan langsung terisi. Mudah, praktis, dan ce¬pat, bukan?

Sebagai penjual pulsa, Anda pun harus menguasai cara-cara melayani konsumen dengan baik. Se¬sungguhnya, pelayanan yang baik dan ramah akan mengundang konsumen untuk kembali membeli pulsa di tempat Anda. Selain itu, harga pulsa yang Anda tawarkan haruslah standar, sebagaimana yang ditawarkan di counter lain. Lebih bagus lagi bila harganya lebih murah, meskipun selisihnya cuma sedikit.
Dalam menjalankan bisnis pulsa, Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal. Di antaranya adalah banyaknya pesaing yang menjalankan bisnis pulsa, serta kritik dari pembeli ketika terjadi gangguan pengisian pulsa (trouble). Saat menghadapi hambatan ini, Anda tak perlu cemas. Justru, saat seperti itulah, ketenangan dan pengalaman sangat diperlukan. Bila Anda adalah seorang mahasiswa, Anda tentu sudah memiliki bakal tersebut.
Nah, berapakah hasil dari bisnis penjualan pulsa? Setiap bulan, rata-rata Anda bisa mendapatkan laba sekitar Rp 750.000 dengan rincian 25 kali tran¬saksi per hari dengan keuntungan Rp 1.000 per transaksi. Bila transaksi telah ramai-ramainya, tentu saja penghasilan Anda akan lebih besar. Setidaknya, bagi seorang mahasiswa, bisnis ini cukup menggiur¬kan dan mudah dijalankan.

 Supaya Anda lebih mudah menekuni bisnis pulsa, perhatikan analisis bisnisnya berikut:
1.    Modal Awal
a.    Deposit pulsa    = Rp    500.000
b.    Etalase, lampu, kursi, payung tenda    = Rp    1.000.000
c.    Papan daftar harga    = Rp    100.000
d.    Buku catatan    = Rp    50.000
e.    Handphone     = Rp    300.000
f.    Lain-lain    = Rp    50.000    +
Jumlah     = Rp    2.000.000
2.    Pemasukan
Omzet per hari minimal 30 kali transaksi per hari dengan laba bersih Rp 1.000 per transaksi.
Laba bersih per hari
= 30 × Rp 1.000
= Rp 30.000
Laba bersih per bulan
= 30 hari × Rp 30.000
= Rp 900.000
Banyak pakar telekomunikasi yang memprediksi pengguna ponsel akan terus meningkat seiring me¬ningkatnya populasi penduduk Indonesia. Semua hal inilah yang menjadikan bisnis pulsa sebagai bisnis yang mempunyai prospek yang lumayan bagus ke depannya.

Advertisement