langkah-langkah tips membuka usaha Bisnis Tiwul dan Gatot

langkah-langkah tips membuka usaha Bisnis Tiwul dan Gatot

Advertisement

Advertisement

langkah-langkah tips membuka usaha  BISNIS TIWUL DAN GATOT

Sebagai orang Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, pasti Anda kenal dengan makanan tradisional bernama tiwul dan gatot. Dua jenis makanan ini terkenal sebagai makanan orang susah. Sebab, jika beras mahal atau sawah mengalami kekeringan, orang desa akan mengonsumsi makanan yang berbahan dasar ketela kering (gaplek) yang dihaluskan ini. Sebenarnya, masih banyak dijumpai makanan itu di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Blitar di Jawa Timur.
Meskipun begitu, Anda jangan salah, karena makanan tradisional (seperti tiwul dan gatot) ternyata bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. Peluang bisnis dalam makanan tradisional ini dapat Anda kembangkan dalam produk tiwul dan gatot kemasan maupun tiwul dan gatot instan.
langkah-langkah tips membuka usaha  BISNIS TIWUL DAN GATOT

Sebenarnya, proses menjadikan tiwul dan gatot instan cukup panjang. Dan, Anda bisa belajar ke daerah tempat pembuatan gatot atau tiwul yang terdekat dari tempat Anda. Anda bisa menjual ga¬tot dan tiwul instan dalam berbagai format, mi¬salnya langsung disajikan, ataupun kemasan seberat 250 gram dengan harga Rp 5.000. Adapun har¬ga tiwul dan gatot instan cukup lebih murah, yakni Rp 10.000,00 per kilogram.
Modal awal untuk menggeluti usaha tiwul dan gatot dengan taraf kecil-kecilan Anda sekitar Rp 2.000.000 sampai Rp 3.000.000. Dalam penyapannya pun, Anda bisa mengkreasikannya dengan berbagai model, seperti ditambahi keju, cokelat, cappuccino, atau yang lainnya. Dan, Anda dapat menjualnya sehar¬ga Rp 5.000 per kotak siap santap.

Cara penyajian ma¬kanan tiwul dan gatot pun sangat mudah. Anda hanya perlu merendam tiwul berukuran 250 gram dengan sekitar 150 cc air. Setelah dua menit, kukuslah tiwul selama 20 menit. Lama-kelamaan, tiwul akan mekar. Selanjutnya, silakan Anda kreasikan dengan taburan parutan kelapa yang sudah dibubuhi garam ataupun ditambahi keju dan meses.

Terkait penyajian tiwul, Anda perlu mengetahui bahwa tiwul tawar dapat dijadikan sebagai pengganti nasi. Selain itu, tiwul juga cocok dikonsumsi bagi pengidap diabetes dan diet.

Sementara itu, penyajian gatot sama dengan tiwul. Hanya saja, waktu merendamnya lebih lama, yakni minimal delapan jam. Makin lama rendaman gatot justru lebih baik, karena gatot bisa lebih kenyal. Jika Anda tertarik dengan bisnis tiwul dan gatot, silakan terapkan analisis bisnisnya berikut:

1.    Modal Awal
a.    Bahan baku     = Rp    50.000
b.    Gerobak sepeda    = Rp    500.000
c.    Peralatan      = Rp    100.000
d.    Tabung gas    = Rp    50.000
e.    Sewa tempat    = Rp    800.000
f.    Lain-lain    = Rp    200.000    +
Jumlah     = Rp    1.700.000

2.    Biaya Operasional Tiap Hari
a.    Pembelian bahan baku     = Rp    50.000
b.    Keju, meses, dan lain-lain    = Rp    56.000
c.    Gas elpiji      = Rp    14.000
d.    Lain-lain    = Rp    50.000    +
Jumlah     = Rp    170.000
3.    Pemasukan
Omzet per hari
= 40 porsi × Rp 5.000 = Rp 200.000
Laba bersih per hari = Rp 30.000
Laba bersih per bulan
= Rp 30.000 × 30 hari
= Rp 900.000

langkah-langkah tips membuka usaha  BISNIS TIWUL DAN GATOT

Advertisement