langkah-langkah tips membuka usaha BISNIS KAUS (T-SHIRT)

langkah-langkah tips membuka usaha BISNIS KAUS (T-SHIRT)

Advertisement

Advertisement


BISNIS KAUS (T-SHIRT)

Kaus tak pelak merupakan salah satu produk yang diminati oleh sebagai besar kalangan masyarakat. Selain nyaman dipakai, kaus juga termasuk jenis busana yang pas dipakai dalam kegiatan sehari-hari, terutama saat santai ataupun pergi liburan dan ber¬belanja ke mal.
Kaus juga merupakan busana yang tak kenal usia. Orang-orang yang masih kanak-kanak, rema¬ja, dewasa, ataupun yang sudah tua, semuanya membutuhkan kaus. Kaus juga nyaman dikenakan oleh perempuan dan laki-laki. Dengan kondisi se¬perti itulah, tentu saja pasar untuk produk kaus akan terbuka lebar. Pendapatan kaus pun pasti akan sangat tinggi. Tentunya, hal ini merupakan peluang bisnis bagi para mahasiswa yang berminat mencari tambahan penghasilan.

Bisnis kaus memang memiliki peluang yang baik. Masih banyak orang yang menjadikan kaus sebagai cenderamata atau pakai¬an kasual yang memang cocok dengan iklim di Indonesia. Terkait itu, Anda bisa belajar dari pebisnis yang berhasil dalam bidang ini. Sebut saja “Dagadu” dari Yog¬yakarta, “Joger” dari Bali, dan “C-59” dari Bandung.

Keberhasilan mereka dikarenakan mereka memi¬liki desain yang orisinal dan khas. Kunci sukses dalam bisnis sablon kaus itu adalah desain. Oleh karena itu, hendaknya Anda menciptakan desain-desain yang baik dan unik agar menempati posisi yang baik pula di mata konsumen. Hal ini penting jika Anda me-mang ingin membangun brand atau merek sendiri.

Tentunya amat berbecla jika Anda sekadar membuat sablon kaus biasa. Desain menjadi tidak penting karena desain dapat diambil dari mana saja. Contohnya, Hama klub dan logo sepak bola dari Liga Italia, Liga Inggris, atau Liga Indonesia, merek-merek terkenal, maupun sablon kaus demi kepentingan instansi atau sekolah.

Desain kaus yang “biasa” memang banyak di¬perjualbelikan di pasar atau toko mana saja karena sifatnya yang umum. Risikonya ialah kaus-kaus seperti itu harus bersaing dengan produk kaus yang lain, apalagi harga kaus seperti ini bisa di bawah Rp 20.000. Maka, Anda harus membuatnya dalam jumlah banyak agar skala ekonomis terpenuhi.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan saat berbisnis kaus adalah mutu, baik mutu bahan kausnya maupun mutu pengerjaan sablonnya. Desain yang bagus kalau dikerjakan dengan ceroboh tentu akan merusak hasil yang diharapkan. Pengetahuan cara menyablon memang harus dikuasai.
Untuk mempersingkat learning curve (kurva pengetahuan) dan bisnis Anda, Anda dapat melaku¬kannya dengan menerima tukang sablon yang berpengalaman bekerja dalam bisnis Anda. Atau, Anda bisa meminta bantuan kepada tukang sablon yang berpengalaman untuk mengerjakan sablonan dalam bisnis Anda. Dengan cara seperti ini, bisnis Anda da¬pat cepat terwujud. Setelah desain ada, produknya jadi, tentu saja Anda harus menentukan pasar stra¬tegis yang menjadi target Anda.

Jika Anda ingin langsung membuka bisnis yang besar untuk produk sablon yang “biasa”, tentu saja Anda harus memiliki distributor yang banyak di setiap pasar, toko, bahkan pedangan kaki lima untuk memasarkannya. Dalam memasarkan kaus tersebut, Anda juga mesti menjalin hubungan yang baik dengan instansi atau sekolah yang membutuhkan seragam olahraga. Atau, Anda bekerja sama dengan EO tertentu yang sedang mengadakan suatu acara dengan cara memberikan proposal dan harga kaus yang rasional.

Sementara itu, desain kaus dengan merek sendiri tentu lebih khusus lagi. Memiliki toko sendiri atau gerai tersendiri di department store tertentu atau bunk-bunk tertentu akan mendongkrak citra produk kaus Anda. Harga kaus Anda pun dapat sedikit di atas rata-rata. Penempatan lokasi jual produk juga mesti Anda perhatikan. Oleh karena itu, dekatkan produk kaus Anda dengan para konsumen yang hendak Anda tuju.

Untuk bisnis kaus kecil-kecilan karena modal yang minim, Anda isa memulai bisnis dengan modal Rp 2.000.000 sampai Rp 3.000.000. Mengenai desain, Anda dapat mendesainnya sendiri, lalu Anda bawa desain itu ke tempat pembuatan kaus dan pilihlah bahan yang baik, tetapi tidak terlalu mahal. Buatlah desain seunik mungkin dan kreatif, seperti gambar-gambar tokoh pahlawan, dunia, musisi, dan lain-lain.
Biasanya, untuk partai kecil, harga per kaus sekitar Rp 30.000. Anda bisa memulainya dengan memesan 50 kaus, kemudian Anda tawarkan ke¬pada teman-teman kuliah Anda dengan harga Rp 35.000 sampai Rp 40.000 (atau bisa lebih dari harga itu).

Anda dapat menjual lebih dari harga tersebut jika desain kaus benar-benar bagus. Sebab, jika orang¬-orang sudah tertarik pada desain kaus Anda, berapa pun akan dibeli oleh mereka. Dengan demikian, mar¬gin keuntungan Anda sekitar 20 – 40%. Inilah sebuah potensi keuntungan yang cukup menggiurkan.

Sebagai contoh, dengan modal hanya Rp 2.000.000, Anda bisa meraih keuntungan sebesar Rp 800.000 (40% × Rp 2.000.000). Ini meru¬pakan suatu jumlah yang cukup berarti untuk me¬nambah penghasilan keluarga. Keuntungan akan semakin besar jika modal belanja yang Anda guna¬kan juga semakin besar. Oleh karena itu, segera raih peluang emas ini, dan mulailah bertindaklah saat ini juga!

Advertisement