Langkah-langkah tips membuka usaha Bisnis Gorengan

Langkah-langkah tips membuka usaha Bisnis Gorengan

Advertisement

Advertisement


Siapa yang tidak suka makan gorengan? Nah, makanan ringan yang satu ini memang sudah tidak asing lagi bagi lidah kita. Mulai dari balita sampai manula bisa menikmati lezatnya berbagai jenis bahan makanan yang digoreng. Dalam hal usaha pun, dapat dipastikan bahwa para pedagang gorengan bisa meraih pangsa pasar yang sangat beragam.
Berbagai macam gorengan yang kita kenal antara lain gorengan yang fenomenal, yakni “Ayam Goreng Kentucky Fried Chicken atau KFC”, yang dirintis oleh Kolonel Harland Sanders, serta tempe mendoan khas Karesidenan Banyumas.

Dengan melihat kesuksesan KFC, maka bisa disimpulkan bahwa prospek bisnis gorengan dapat menjadi jaminan masa depan jika Anda mampu me¬racik bumbu yang unik, dan tentunya lain dari yang lain. Selain berbagai macam ayam goreng, Anda bisa menemukan macam gorengan lain yang sangat popular bagi Anda, seperti tempe goreng, tahu isi, bakwan, ubi goreng, ci¬lok (aci colok), cimol (aci molen), tape goreng, dan lain-lain.

Anda bisa menemu¬kan berbagai macam go¬rengan tersebut mulai di restoran yang mewah hingga yang dijual di angkringan atau ping¬gir jalan. Nah, karena sangat mudahnya membuat usaha ini dan jelas pasarnya, maka Anda perlu membuka bisnis dalam bidang itu. Supaya konsumen Anda tertarik dan ketagihan, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Pertama, tempat berjualan. Tempat untuk berjualan gorengan bisa berupa gerobak dorong de¬ngan kisaran harga ratusan ribu rupiah. Bisa juga ditambahkan terpal jika Anda ingin berjualan me¬netap. Namun, jika tidak memungkinkan ataupun tidak menghendaki berjualan dengan menggunakan gerobak, Anda dapat menjual gorengan di rumah atau depan rumah, dengan tempat yang sederhana, misalnya etalase atau cukup dengan meja untuk meletakkan gorengan.

Selain itu, ada pula berbagai alternatif tempat berjualan lainnya, yakni di perempatan, depan gang, depan sekolah, gerbang kompleks perumahan, ping¬gir jalan yang ramai, dan lain-lain. Tentunya, dengan catatan bahwa tempat-tempat tersebut diperboleh¬kan untuk berjualan ataupun tidak mengganggu ke¬tertiban umum.

Kedua, peralatan memasak. Untuk peralatan me¬masak tentu cukup dengan peralatan memasak yang sederhana, seperti kompor, wajan, dan serok untuk menggoreng (kalau bisa wajan yang besar agar da¬pat menampung banyak bahan yang digoreng), tem¬pat plastik untuk meletakkan gorengan, alas peng¬giling jika diperlukan, serta tas plastik atau kresek. Sediakan pula cabai rawit, karena banyak yang be¬ranggapan bahwa rasa gorengan itu tidak lengkap tanpa cabai rawit.

Ketiga, harga. Harga yang bisa Anda tawarkan sekitar Rp 500 sampai Rp 750 per gorengan dengan keuntungan Rp 50 hingga Rp 100 per gorengan. Kisaran keuntungan yang sebesar itu dan gorengan yang terjual bisa mencapai ratusan buah, maka dalam satu bulan, Anda bisa mendapatkan ke¬untungan bersih hingga ratusan ribu rupiah. Hal ini juga tergantung pada seberapa banyak Anda menjjual gorengan per hari.
Sebenarnya, yang perlu diingat dalam usaha gorengan adalah dampak kesehatan yang bisa ditim¬bulkan. Namun, Anda tidak usah khawatir menge¬nai hal itu. Sebab, ada beberapa persoalan yang harus Anda utamakan dalam berbisnis gorengan.

Pertama, gantilah minyak yang Anda gunakan secara berkala. Apabila minyak yang digunakan sudah berwarna hitam atau keruh, maka gantilah dengan minyak yang baru. Hal ini bisa mencegah penimbunan kolesterol lebih banyak.
Kedua, biasanya ada beberapa penjual gorengan yang bertindak curang dengan cara menambahkan plastik atau sedotan plastik saat menggoreng. Tindakan seperti ini bertujuan agar gorengan tetap crispy. Anda bisa membuktikan sendiri dengan mem¬praktikkannya di rumah.

Buatlah gorengan yang dicampur dengan se¬dotan plastik dan gorengan yang tidak dicampur dengan sedotan plastik, lalu diamkan beberapa jam. Setelah itu, Anda bisa melihat bahwa gorengan yang dicampur dengan sedotan plastik akan tetap terlihat crispy, sedangkan gorengan yang lain akan terlihat melempem. Hal ini sebaiknya jangan Anda contoh, apabila Anda tidak ingin kehilangan pelanggan.
Ketiga, dalam meniriskan gorengan, sebaiknya Anda menggunakan tisu dapur atau bahan penyerap lain yang dapat kontak dengan makanan (food grade). Hindari meniriskan gorengan dengan menggunakan kertas koran atau kertas lainnya yang bertinta. Sebab, tinta mengandung timbal dan lebih mudah menempel pada makanan berminyak.

Mengingat semakin banyaknya penjual goreng¬an, maka Anda disarankan agar coba mencari ino¬vasi-inovasi resep gorengan agar tidak kalah saing. Dengan modal ratusan ribu rupiah pun, Anda bisa memulai membuka usaha gorengan yang seder¬hana. Kini saatnya bagi Anda untuk membuka peluang usaha dengan modal kecil, tetapi mem¬peroleh keuntungan be¬sar yang menjanjikan.


Nah, supaya kalian semakin terampil dalam berbisnis gorengan, per¬hatikan analisis bisnis¬nya berikut:
1.    Modal Awal
a.    Bahan baku      = Rp    100.000
b.    Gerobak       = Rp    300.000
c.    Gas elpiji dan kompor    = Rp    100.000
d.    Peralatan     = Rp    200.000
e.    Lain-lain    = Rp    25.000    +
Jumlah     = Rp    725.000
2.    Biaya Operasional Tiap Hari
a.    Pembelian bahan baku      = Rp    60.000
b.    Gas elpiji      = Rp    15.000
c.    Minyak goreng    = Rp    15.000
d.    Lain-lain    = Rp    10.000    +
Jumlah     = Rp    100.000
3.    Pemasukan
Omzet tiap hari
= 300 buah × @ Rp 500 = Rp 150.000
4.    Laba Bersih Tiap Hari
Laba bersih yang Anda peroleh tiap hari sebesar Rp 50.000
Laba bersih per bulan
= Rp 50.000 × 30 hari
= Rp 1.500.000
Langkah-langkah tips membuka usaha BISNIS GORENGAN

Advertisement